Jakarta, 8 Mei 2026
Hari ini Jumat (8/5/2026) jam 07.41 WIT Gunungapi Dukono yang terletak di Desa Mamuny, Kecamatan Galela ,Kabupaten Halahera Utara , Provinsi Maluku Utara mengalami Erupsi, Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)
Kabupaten Halmahera Utara HENTJE M.L. HETHARIA, S.Hut melalui keterangan tertulisnya yang diterima redaksi Persuasi-news.com

Dirinya mengatakan, BPBD Mendapat Laporan dari Pos SAR Tobelo bahwa ada sejumlah pendaki yang mengalami luka-luka akibat letusan gunungapi dukono.
Dampak Bencana akibat Erupsi Gunungapi Dukono untuk informasi sementara yang kami terima sebanyak 5 orang pendaki mengalami luka-luka dan masih dalam proses pencarian . Orang 5 tersebut mengalami luka-luka akibat semburan material gunungapi.
UPAYA-UPAYA YANG DILAKUKAN
BPBD menurunkan Peralatan yakni 2 Unit Mobil Hilux,1 Unit Motor Trail, selain itu BPBD Kabupaten Halmahera Utara juga Membuat Posko Tanggap Darurat Bencana Terpadu dalam penanggulangan bencana lintas sektor terkait di Kabupaten Halmahera Utara, Tim Gabungan yang dari SAR, BPBD, TNI, POLRI dan Masyarakat sementara melakukan pencarian dan evakuasi para korban pendaki yang mengalami bencana Erupsi Gunungapi Dukono,Tutur HENTJE M.L. HETHARIA, S.Hut.
Dirinya melajutkan,Tim Gabungan diberangkatkan pada pukul 09.10 WIT menggunakan kendaraan rescue menuju Desa Mamuya, kemudian melanjutkan perjalanan dengan pendakian ke titik lokasi korban. Estimasi tim tiba di lokasi sekitar pukul 14.45 WIT
BPBD juga melakukan pendataan di lokasi terdampak Menyiapkan tenaga medis ,serta Memantau/monitoring kondisi kejadian bencana. Adapun kebutuhan mendesak adalah Tenda Darurat, Tenaga medis,Perlengkapan medis serta Perlengkapan evakuasi, tambahnya
POTENSI BENCANA SUSULAN
Berdasarkan laporan Aktivitas vulkanik Gunung Dukono di Pulau Halmahera,
Provinsi Maluku Utara, masih tinggi dan berada pada status Level II (Waspada). Gunung yang terletak di wilayah Kecamatan Galela dan Tobelo ini tercatat sempat mengalami penurunan aktivitas erupsi pada Agustus 2025, kembali mengalami peningkatan erupsi magmatik eksplosif cukup intensif sejak awal tanggal 30 Maret 2026 terjadi 199 kali erupsi dengan ketinggian kolom erupsi 50-400 meter dari puncak. Erupsi terbaru tercatat terjadi pada tanggal 8 Mei 2026 pukul 07:41 WIT disertai suara dentuman lemah – kuat, terekam pada seismogram dengan amplitudo maximum 34 mm dan durasi 967.56 detik. Kolom erupsi yang diamati berwarna putih, kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal dan ketinggian sekitar 10.000 meter di atas puncak. Arah sebaran abu condong ke arah utara, sehingga perlu diwaspadai wilayah
permukiman dan Kota Tobelo berisiko terdampak hujan abu vulkanik. Kondisi ini
meningkatkan risiko terhadap kesehatan masyarakat dan gangguan aktivitas sehari-hari, termasuk transportasi dan kebersihan lingkungan. Aktivitas erupsi secara visual dan kegempaan teramati meningkat kembali sejak 29 Maret 2026, rata-rata terjadi 95 kejadian erupsi. Evaluasi tingkat aktivitas Gunung Dukono akan dilakukan secara berkala atau sewaktu-waktu apabila terjadi perubahan signifikan. Masyarakat diharapkan tetap tenang, waspada, serta mengikuti arahan dari pihak berwenang demi keselamatan bersama.
Kapolres Halmahera Utara, AKBP Erlichson Pasaribu, menyatakan bahwa dua dari tiga korban meninggal dunia merupakan warga negara asing (WNA) asal Singapura.
“Iya 3 meninggal dunia, yaitu 2 warga Singapura dan 1 warga lokal kelahiran Jayapura,” kata dia saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (8/5/2026).






