Banjarmasin, 22 Juli 2026
Rabu pagi, (22/7/2026) suasana di Halaman Ditreskrimsus Polda Kalimantan Selatan seperti biasanya, Ratusan Warga Banjarmasin Gelar Aksi Dukungan Untuk Babeh Aldo Di Krimsus Polda Kalimantan Selatan.


Berdasarkan pantauan redaksi persuasi-news.com ,Sejak pukul 09.00 WITA, masa terus berdatangan. Ada yang pakai motor, ada yang jalan kaki. Mereka duduk, berdiri, dan menunggu Babeh Aldo yang sedang menjalani pemeriksaan sebagai saksi terkait laporan Arie Widodo Dirut PDAM Balangan Kalimantan Selatan.
“Saya di sini dari jam 9. Kami akan terus tunggu sampai pemeriksaan selesai,” kata salah seorang warga yang enggan disebut namanya.
“Ini Bukan Penjahat, Ini Pejuang Rakyat”, Pantauan Redaksi persuasi-news.com di lokasi, spanduk terbentang. Tulisannya tegas:
“BABEH ALDO PEJUANG RAKYAT”,
“BABEH ALDO BUKAN PENJAHAT”,
“STOP KRIMINALISASI AKTIVIS DAN JURNALIS”,
“BEBASKAN BABEH ALDO”

“Kami rakyat kecil. Kami ngerti mana yang salah. Babeh Aldo itu nyuarain apa yang kami rasakan selama ini. Masa iya gara-gara ngomong kebenaran malah diproses hukum? Ini kriminalisasi,” ujar seorang peserta aksi.

Kalimat “kriminalisasi” berkali-kali terdengar. Bukan dari orator. Tapi dari obrolan ibu-ibu, bapak-bapak, dan anak muda yang datang.
Terus Berdatangan Hingga pukul 10.50 WITA, jumlah massa tak berkurang. Justru tambah. Mereka rela kepanasan di bawah matahari Banjarmasin.
“Kami merasa terwakili. Selama ini siapa yang berani bongkar? Sekarang ada yang berani, malah mau dipidanakan. Lawan,” teriak orator dari atas motor yang diparkir.
Sejak pagi massa terus berdatangan. Bagi mereka, pemeriksaan terhadap jurnalis Babeh Aldo adalah bentuk pembungkaman pers.
Aparat kepolisian terlihat berjaga. Sampai berita ini ditulis, massa masih bertahan. Mereka bilang akan pulang setelah Babeh Aldo keluar dari ruang pemeriksaan.
SUARA PUBLIK ADALAH CERMIN
Yang terjadi pagi ini bukan sekadar aksi, Ini adalah pesan.
Ketika rakyat rela meninggalkan kerjaannya untuk menunggu seorang jurnalis, itu artinya ada kepercayaan yang besar. Mereka melihat Babeh Aldo dan CINEWS.ID sebagai corong mereka.
Mengkriminalisasi satu jurnalis, sama dengan membuat ratusan ribu orang kehilangan suaranya.
Dan pagi ini di Krimsus Polda Kalsel, suara itu dijawab dengan satu kata: BERTAHAN.
#HentikanKriminalisasiPers #BebaskanBabehAldo
sampai dengan berita ini ditulis aksi masih berlangsung.




